Islam

Honor Penyuluh Agama, Naik Tapi Masih Kurang

Honor Penyuluh Agama, Naik Tapi Masih Kurang

SumedangInfo, BOGOR — Kabar gembira untuk semua penyuluh agama non-PNS di semua Indonesia di mula tahun ini. Kabar gembira itu merupakan kenaikan honor yang berjumlah 100 persen. Ketentuan Kementerian Agama (Kemenag) Pusat guna menaikan honor penyuluh agama non-PNS, ditanggapi Kemenag Kota Bogor. Nantinya, eskalasi 100 persen honor penyuluh agama non-PNS bakal terhitung pada Januari 2019.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kemenag Kota Bogor, Ade Sarmili, mengatakan, eskalasi honor penyuluh agama ketika ini memang lumayan fantastis. “Dari 2017 sampai 2018 mereka honornya Rp 500 ribu. Nah rencana pemerintah pada tahun 2019 bakal dinaikan menjadi Rp 1 juta,” ucapnya.

Namun, Ade menyampaikan, honor yang menjadi Rp 1 juta tersebut dinilai masih kurang andai dibandingkan sekian banyak parameter. Berdasarkan keterangan dari Ade, parameter tersebut dapat disaksikan dari tingkat keperluan masyarakat Bogor yang UMR nya selama Rp 3 juta, namun penyuluh agama non-PNS melulu diberi honor Rp 1 juta per bulannya.

“Ditambah pun mereka butuh laporan kegiatan tuntunan dan penyuluhan secara tertulis pada Kemenag,” ujar Ade.

Nantinya, laporan tersebut akan di audit oleh inspektorat. Ade mengatakan, menyaksikan kinerja dan tuntunan yang dilaksanakan penyuluh agama non-PNS untuk masyarakat, seharusnya negara menyerahkan honor yang cocok dengan UMR.

Namun, Ade bersyukur dan mengapresiasi terhadap kepandaian Pemerintah pusat. “Membuktikan negara muncul memberi perhatian untuk penyuluh agama,” ucapnya.

Ade yang pun Ketua DMI Kota Bogor, mengatakan, butuh pemberian apresiasi lain, contohnya pemberian beasiswa kuliah untuk penyuluh agama. Ade berharap, Pemerintah Daerah memiliki kepedulian pun kepada penyuluh agama non-PNS. “Karena mereka penjaga moral, penjaga akidah, penjaga ahlak masyarakat di daerahnya,” ucapnya.

Kota Bogor ketika ini mempunyai 50 penyuluh agama non-PNS. Setiap penyuluh punya spesifikasi kelimuan di samping kelimuan umum lainnya. “Makanya tesnya tersebut ada tertulis, baca kitab, serta tes bahasa Arab dan bahasa Inggris,” Ucap Ade ketika dihubungi Republika.co.id.

Dia mengatakan, terdapat enam spesifikasi yang mesti dipunyai penyuluh agama yaitu spesifikasi baca tulis Alquran, family sakinah, narkoba, sempalan dalam agama dan kerukunan umat beragama.

Seorang Penyuluh Agama non PNS di Wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Muhammad Habibi Zaenal Arifin, mengatakan, eskalasi honor sebesar tersebut tidak akan lumayan jika disaksikan dari pekerjaannya. Apalagi tugas kita mengerjakan pembinaan langsung untuk masyarakat paling tidak delapan kali dalam sebulan. “Tapi realitas di lapangan anda lebih dari itu,” ungkapnya.

Dia melafalkan memegang tiga majelis taklim dalam seminggu dapat sampai enam kali. Namun, Habibi mengatakan, ini demi bukti pengabdiannya untuk negara dan pun agama, maka ia patuh dan mengekor apa yang menjadi kepandaian pemerintah.

Habibi juga mengusulkan untuk Kemenag supaya penyuluh agama di Kota Bogor ditambah. “Itu tidak seimbang jumlahnya dengan pondok pesantren atau majelis taklim yang terdapat di Kota Bogor,” ucap sarjana Pendidikan Agama Islam ini.

The Latest

To Top