Ekonomi & Bisnis

Produsen Jagung dan Kakao di Lampung Gini Gunakan Gas Bumi

Produsen Jagung dan Kakao di Lampung Gini Gunakan Gas Bumi

SumedangInfo, BANDARLAMPUNG — Perusahaan Gas Negara (PGN) pada mula Januari 2019 sudah sepakat untuk mengalirkan gas bumi untuk di antara pelanggan industri di Lampung, CV Trijaya Makmur Abadi. CV Trijaya Makmur Abadi merupakan produsen penghasil jagung dan kakao yang rencananya akan menggunakan gas bumi guna pengeringan jagung dan kakao.

“Sebelumnya, pabrik ini memakai kayu bakar” ungkap Sales Area Head PGN Lampung (SAH) Wendi Purwanto.

Ia menuliskan, komitmen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) guna menyajikan energi yang ramah lingkungan untuk pelanggan Industri masih menjadi prioritas utama pada tahun 2019. Menurutnya, di tengah kompetisi penyediaan bahan bakar pilihan untuk kalangan industri, PGN terus berupaya untuk menyerahkan solusi berhubungan bahan bakar energi yang bersih dan memastikan kontinuitas penyaluran untuk seluruh pelanggan pembangkit, industri, komersial, serta lokasi tinggal tangga.

PGN Perluas Jaringan Gas di Serang

Wendi menjelaskan, rencana distribusi ini adalahpencapaian yang luar biasa. Sebab, telah ada kesadaran dari semua pelaku industri untuk memakai bahan bakar yang lebih aman guna lingkungan.

“Ini adalahprestasi luar biasa untuk PGN, sebab kini bahan bakar gas bumi semakin menjadi primadona di kalangan Industri, menilik gas bumi lebih ramah lingkungan,” ucapnya.

Ia menuliskan pola penyediaan bahan bakar tersebut, pelanggan industri dapat mengerjakan penghematan yang signifikan dari sekian banyak bidang. Berdasarkan keterangan dari Wendi penghematan di antaranya didapatkan dari pengurangan ongkos gudang penyimpanan kayu bakar dan pengadaan mesin pengangkut.

“Nilai kalori gas bumi paling jauh lebih tinggi dikomparasikan kayu bakar, sampai-sampai pembakaran yang didapatkan pun lebih sempurna,” jelasnya.

Wendi menambahkan, dengan mengolah pola pemakaian bahan bakar ini, efisiensi yang dapat dijangkau oleh pelanggan dapat menolong perluasan kapasitas pabrik sampai-sampai dapat memberikan peluang peningkatan perekonomian masyarakat selama pabrik.

“Dari segi efisiensi operasional, pelanggan dapat menggunakan gas bumi yang baru dibayarkan di akhir bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur CV Trijaya Makmur Abadi Eric Suryadi Chandra mengatakan, pemakaian gas bumi guna pengeringan jagung dan kakao membuat penghematan untuk perusahaan. “Ini menciptakan kami lebih tepat guna karena sebelumnya pabrik kami beroperasi dengan memerlukan berton-ton kayu bakar disaat musim raya panen,” ujar Eric.

Berdaskan data kuartal III-2018, infrastruktur pipa gas PGN meningkat sepanjang lebih dari 35,75 km dan ketika ini menjangkau lebih dari 7.516,70 km atau setara dengan 80 persen dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah mengalirkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, lokasi tinggal sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan lokasi tinggal tangga yang di bina dengan investasi PGN.

Pelanggan gas bumi PGN tersebar di sekian banyak wilayah mulai dari Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat. Saat ini, PGN pun telah mengelola dan mengalirkan gas bumi guna sektor transportasi melewati 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU).

Disamping itu, guna menunjang distribusi serta kehandalan jaringan dan pasokan gas ke Pelanggan, PGN pun mengoperasikan 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU) yaitu di Jawa Barat dan Lampung.

The Latest

To Top