Dunia

Brexit Ditolak, Perdana Menteri Inggris tak Ubah Tuntunnya

Brexit Ditolak, Perdana Menteri Inggris tak Ubah Tuntunnya

SumedangInfo, LONDON— Perdana Menteri Inggris Theresa May tidak mengolah tuntutan dalam perundingannya dengan sebanyak pemimpin Uni Eropa (UE) walau rencana Brexit, yang ia susun, ditampik anggota parlemen Inggris pada mula pekan ini.

Seperti diadukan Telegraph, Jumat (18/1), tuntutan May terus ditekankan pada batas masa-masa yang mengikat secara hukum untuk ketentuan “backstop” Irlandia, hak untuk Inggris guna secara sepihak mundur, atau komitmen guna penuntasan kesepakatan dagang sebelum 2021 guna menangkal pemberlakuan backstop

Backstop adalahkebijakan garansi yang dirancang untuk menangkal diberlakukannya kembali pengecekan perbatasan di perbatasan antara negara anggota Uni Eropa, Irlandia, dan Irlandia Utara.

May menegaskan pulang tuntutannya dalam perundingannya dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Pemimpin Irlandia Leo Varadkar.

Pada Jumat malam, May pun dijadwalkan bertemu dengan Arlene Foster, pemimpin Partai Persatuan Demokratik (Democratic Unionist Party/DUP) Irlandia Utara, yang mempunyai 10 kursi di parlemen dan menyokong pemerintah May namun tidak menyokong kesepakatan Brexit. Pertemuan tersebut juga direncanakan dihadiri Nigel Dodds, Wakil Pemimpin DUP.

Kesepakatan May mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada mula pekan ini dimentahkan dengan 230 suara. ia memohon untuk para anggota parlemen guna bersama-sama berjuang memecahkan kebuntuan tersebut.

The Latest

To Top